Kematian pria tua itu meninggalkan keheningan yang berat di aula Istana Valerion. Tubuhnya masih terbaring di lantai batu, dikelilingi para penjaga yang berjaga dengan pedang terhunus. Belati yang menancap di bahunya telah dicabut, namun darah masih merembes perlahan ke sela-sela batu. Para bangsawan yang tadi berkerumun kini berdiri berjauhan, berbisik dengan wajah tegang. Kalimat terakhir saksi itu masih bergema di kepala mereka semua. Pewaris yang sebenarnya… tidak pernah dibesarkan sebagai anak istana.Di depan tangga singgasana, Elora Avelyne berdiri tanpa bergerak. Ekspresinya tetap tenang, tetapi matanya memandang jauh ke arah lantai aula. Beberapa langkah darinya, Aethran Valerion menatap tubuh saksi dengan rahang mengeras. Di sudut aula, Adrian Valerion menyilangkan tangan di dada, memperhatikan seluruh kekacauan itu dengan senyum tipis yang sulit ditebak artinya.Di tengah aula, Kael Draven berdiri tegak. Tatapannya dingin. Ia tahu kalimat terakhir saksi
Baca selengkapnya