Ruangan itu berubah menjadi neraka dalam satu tarikan napas. Kael Draven berdiri dengan pedang terangkat, napasnya berat, mata membara. Di hadapannya Seravin tersenyum. Tenang. Seolah pedang Kael hanyalah mainan.Prajurit Dewan membeku, tidak tahu harus menyerang atau mundur. Eldric gemetar di sudut ruangan seperti tikus yang sudah kehilangan jalan pulang. Elora menahan napas di belakang Kael, tubuhnya menggigil. Dan Sera … Sera berdiri dengan belati siap, wajahnya tegang untuk pertama kalinya.Seravin melangkah maju pelan. “Aku sudah lama ingin melihatmu dari dekat, Kael Draven.”Kael tidak menjawab. Ia menyerang. Gerakannya cepat, brutal, tanpa ragu. Pedangnya melesat seperti kilat—CLANG! Seravin menangkis dengan bilah hitam yang entah muncul dari balik jubahnya. Suara benturan baja menggema, membuat para prajurit mundur ketakutan.Kael menyerang lagi. Satu tebasan. Dua ... Tiga. Seravin menahan semuanya dengan gerakan minimal, seolah ia sedang
Last Updated : 2026-02-20 Read more