Gelap bukan sekadar ketiadaan cahaya. Gelap itu merupakan suara dentuman sepatu berlari, teriakan tercekik, logam beradu, dan nafas orang-orang yang sadar bahwa mereka bisa mati kapan saja. Livia terhuyung saat Raka menariknya ke balik peti besi besar. Bahunya membentur sudut tajam, nyeri langsung menjalar, tapi ia menggigit bibir. Dan itu bukan waktunya untuk mengeluh. "Jangan buka suara," bisik Raka di telinganya, dengan nafas yang panas, kasar, dan bercampur bau mesiu. Tubuh Raka menutupi separuh badannya. Dalam gelap, Livia masih bisa merasakan garis keras otot lengannya, punggungnya yang tegang seperti busur siap lepas. Rambut hitam pria itu sedikit berantakan, ada garis luka tipis di pelipisnya. Dan entah sejak kapan. Darah merembes pelan, tapi matanya tetap fokus, dingin, hidup. "Ini bukan rencana mereka," gumam Raka rendah. "Melainkan ada pihak ketiga." tambahnya dengan nada serius. "Kayak
Last Updated : 2026-01-31 Read more