"Mas, ada yang salah?" Syifa menatap tak nyaman bagaimana pria itu bersikap dingin sejak pulang dari luar kota. Syifa menduga, ada sesuatu yang disembunyikan suaminya.Bahkan setelah beberapa menit, tidak ada jawaban sama sekali, suaminya menyesap kopi nya lalu pandangannya beralih ke putranya, Cleo dan Zero. "Kamu sudah siapkan semuanya bukan? Zero, ingat, besok adalah hari pertunangan kalian. Pastikan kamu tidur yang cukup, dan kamu Cleo, temui papa di ruang kerja, setelah makan malam selesai."Dewangga mengabaikan perasaan penasaran Syifa dan setelah makan malam usai, Cleo menuju ke ruangan ayahnya. Di dalam ruangan, Dewangga melihat CCTV yang merekam semuanya. Ia melihat bagaimana anak nya dengan pergi begitu saja, meninggalkan rapat penting, seolah sengaja lari dari tanggungjawab. Kelalaian adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi, itu adalah prinsipnya. "Duduk, " perintah ayah nya, saat melihat Cleo masuk dengan langkah malas.
Read More