Lampu mobil hitam itu tidak bergerak.Mereka hanya diam di ujung gang, mesin menyala seperti binatang yang menunggu perintah.Napas Clara terasa berat di dada.“Jonathan…” suaranya pelan tapi tegang. “Itu temanmu?”“Tidak,” jawabnya singkat.Jawaban itu tidak menenangkan.Satu pintu mobil terbuka.Seorang pria keluar. Tinggi. Jas gelap. Tatapannya langsung mengarah pada Clara.Bukan melihat.Menentukan.“Masuk,” kata Jonathan tiba-tiba.“Apa?”“Sekarang.”Ia meraih pergelangan tangannya—bukan kasar, tapi tegas—dan menariknya ke arah mobilnya yang terparkir beberapa meter dari sana.“Aku tidak mengenalmu,” Clara menahan langkah.“Kau lebih tidak mengenal mereka,” balasnya tanpa menoleh.Itu cukup membuatnya berhenti melawan.Mereka masuk ke mobil Jonathan tepat saat pria dari mobil hitam mulai berjalan mendekat.Jonathan menyalakan mesin.Mobil melaju.Cepat.Clara menoleh ke belakang. Dua mobil hitam itu ikut bergerak.“Mereka mengikuti kita,” bisiknya.“Aku tahu.”Nada suaranya tetap
Last Updated : 2026-01-11 Read more