Hari yang tidak pernah ingin Viona tunggu itu tiba.Sore tadi, Viona sudah sah menjadi istri dari pria kejam bernama Davian Cameron.Pintu ganda kamar utama itu tertutup dengan suara debuman berat yang seolah mengguncang fondasi lantai.Suara kunci diputar dari dalam, satu kali, dua kali, terdengar seperti vonis akhir bagi kebebasan Viona.Viona berdiri mematung di tengah ruangan yang luas itu. Gaun pengantinnya yang mewah, dengan ekor panjang dan lapisan sutra tebal, kini terasa bukan seperti busana pesta, melainkan kain kafan yang melilit tubuhnya.Begitu berat, sesak, dan mencekik.Davian tidak langsung bicara. Pria itu masih berdiri di dekat pintu dan memunggungi Viona sejenak.Dia tengah melepas dasi kupu-kupunya dengan gerakan lambat dan metodis, lalu melemparnya sembarangan ke atas kursi armchair.Selanjutnya, dia membuka kancing jas hitam velvet-nya satu per satu. Tidak ada emosi di wajahnya, hanya ketenangan yang mengerikan.Davian lalu berbalik. Tatapan mata elangnya langsun
Read more