Elian melempar botol itu ke pangkuan Julian. “Cium baunya, Julian. Itu bukan bau hormon sintetis pil KB. Itu bau zat besi dan asam folat.”Wajah Julian berubah drastis mendengar ucapan Elian barusan. Dia menatap Viona dengan pandangan campur aduk antara kasihan dan ngeri.“Viona ...,” panggil Julian dengan pelan.“Apa?” Viona mulai gemetar. “Katakan padaku itu apa!” desaknya kemudian.“Ini bukan pil kontrasepsi,” jawab Elian gamblang, dengan nada suara yang dingin dan analitis. “Ini adalah suplemen prenatal dosis tinggi. Asam folat, vitamin E, dan penyubur kandungan.”Dunia Viona seakan berhenti berputar.Suara denting jam dinding terdengar hilang. Suara napasnya sendiri terdengar begitu keras.“Apa ...?” bisik Viona dan matanya membelalak horor.“Kau tidak sedang mencegah kehamilan, Viona,” lanjut Elian kejam namun jujur. “Selama ini, setiap hari, kau justru sedang mempersiapkan rahimmu agar subur maksimal. Davian tidak memberimu tameng, tapi justru sedang memberimu pupuk.”“Tidak mu
آخر تحديث : 2026-02-01 اقرأ المزيد