Udara di dalam hangar tua di pinggiran dermaga utara terasa sangat lembap, berbau karat dan garam laut yang menyengat. Cahaya lampu gantung yang remang-remang berayun pelan, menciptakan bayangan panjang yang menari di dinding logam kontainer pengiriman.Di tengah ruangan yang sunyi itu, Alicia dan Marsha duduk di kursi kayu yang keras, tangan mereka terikat longgar namun kaki mereka terbelenggu rantai baja. Wajah mereka yang dulunya selalu dipoles riasan mahal kini tampak kuyu, pucat, dan penuh ketakutan yang murni.Suara langkah kaki yang mantap bergema di lantai semen. Davian Cameron muncul dari kegelapan, diikuti oleh Axel yang membawa sebuah koper hitam kecil.Davian tidak lagi mengenakan jas formal; ia hanya mengenakan kemeja hitam dengan lengan yang digulung hingga siku, menampilkan urat-urat tangan yang menegang.Tatapannya tidak mengandung amarah yang meledak-ledak, melainkan sebuah kehampaan yang jauh lebih mengerikan, sebuah keputusan final dari seorang hakim yang telah menu
Mehr lesen