Pagi pertama di mansion Zayn terasa berbeda bagi Sarah. Matahari baru mulai menembus jendela besar, menciptakan garis cahaya lembut di lantai marmer yang dingin. Hidungnya masih mencium aroma parfum Zayn yang halus. Sarah menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pakaian pelayan pribadinya rapi, meski tubuhnya masih gemetar sedikit karena kegembiraan dan gugup. Ia menatap ruang makan mansion yang luas dulu terasa dingin, sekarang menjadi kanvas kosong untuk sentuhannya sendiri. Dengan hati-hati, ia menata meja sarapan. Setiap piring, gelas, dan sendok ditempatkan simetris. Lalu ia membuka vas kecil, mengambil bunga mawar putih dari rak, dan menatanya di tengah meja. Mawar putih itu lembut, harum, dan cantik favoritnya. Saat bunga-bunga itu tersusun rapi, Sarah tersenyum sendiri. “Mudah-mudahan… dia suka,” gumamnya pelan. Langkah demi langkah, mansion yang biasanya terasa sunyi dan agak menakutkan kini mulai teras
Terakhir Diperbarui : 2026-01-22 Baca selengkapnya