Zayn berdiri, berjalan ke sudut ruang tamu, membuka sebuah rak buku yang tampak biasa. Rak itu bergeser, mengungkap sebuah pintu rahasia. Lampu lembut di dalam kamar itu menyala, memperlihatkan ruangan tersembunyi yang nyaman, lengkap dengan tempat tidur, meja, dan beberapa peralatan penting. “Inilah tempatmu tinggal sementara. Jangan keluar tanpa izin. Jangan beri tahu siapa pun. Aku akan memastikan mereka tidak bisa menemukannya,” kata Zayn menatap Sarah, tatapannya serius tapi hangat. Sarah menatap kamar itu, hampir tidak percaya. Perlahan, rasa takutnya berganti dengan rasa aman. Ia melangkah masuk, menyentuh kasur, dan menghela napas panjang. “Terima kasih … Zayn. Aku … aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana tanpamu,” ucapnya lirih. Zayn hanya mengangguk, menatapnya sejenak, lalu berbalik ke Bass. “Pantau dari luar. Jangan biarkan siapa pun masuk. Ini harus aman.” Bass mengangguk singkat, matanya tet
Last Updated : 2026-01-21 Read more