Suara kicauan burung kian terdengar, tepat ketika sang fajar menyapa. Saat itu, Laila sedang menjemur pakaian. Penampilannya sangat semrawut. Mata sembab dan seolah tidak punya rasa semangat lagi.Ya bagaimana tidak, semalam itu Laila menolak membersikan kamar untuk seorang perempuan yang tidak tahu malu itu. Sang mertua tentu saja marah besar karena apa yang ia inginkan tidak dituruti oleh Laila. Dan suaminya juga tidak tinggal diam, ia memukul dengan kencang sampai-sampai Laila terjatuh, demi membela perempuan itu daripada istrinya sendiri. Pertengkaran sengit di antara mereka berakhir saat suara tangisan Arsyila terdengar begitu jelas. Sehingga, apa yang akan terjadi, Laila sudah tidak mau memperdulikannya lagi."Lama-lama, luka batinku semakin rusak, Mas. Dan aku tidak yakin, apa bisa aku bertahan lebih lama lagi untuk berada di rumah ini? Cacian ibu aku terima, tapi kalau sudah menyangkut soal perempuan, rasanya aku tidak bisa menerimanya." batin Laila. Baginya, masalah yang suda
Last Updated : 2026-01-12 Read more