Malam itu datang tanpa pengumuman.Tidak ada hujan.Tidak ada angin kencang.Hanya keheningan yang terasa lebih berat dari biasanya.Clara terbangun saat jam menunjukkan hampir pukul dua dini hari.Tangisan Arka terdengar pelan, terputus-putus—bukan tangis lapar, bukan juga ketakutan. Tangisan kecil yang lebih menyerupai panggilan.Ia duduk perlahan, mencoba mengangkat tubuhnya.Rasa pusing masih ada. Tidak kuat, namun cukup untuk membuat dunia bergoyang tipis.Clara menahan napas.Ia tidak ingin membangunkan Maya.Ia menggendong Arka, menepuk punggung kecil itu perlahan. Bayinya meringkuk, wajahnya merah, napasnya tersengal kecil.“Tidak apa-apa,” bisik Clara.“Ibu di sini.”Namun Arka tidak segera tenang.Tangisnya melemah, lalu kembali.Clara berjalan perlahan ke ruang tengah, duduk di sofa. Tubuhnya lelah, namun ia memaksakan senyum.Di luar rumah, lampu jalan menyala redup.Bayangan seseorang berdiri di seberang jalan.Tidak mendekat.Tidak bergerak.Hanya ada.Adrian sudah berad
Terakhir Diperbarui : 2026-01-18 Baca selengkapnya