Pagi itu datang terlalu biasa.Langit cerah, udara bersih, dan rutinitas berjalan seperti tidak ada apa-apa yang berubah. Clara bangun sebelum alarm berbunyi, menyiapkan sarapan Arka, memastikan seragamnya rapi, dan menyuapi anak itu dengan sabar. Jika ada yang memperhatikan, mereka mungkin akan mengira hidup Clara kembali normal.Padahal justru di situlah letak masalahnya.Segalanya terlalu normal.“Ma, hari ini Mama kerja?” tanya Arka sambil menggigit roti panggangnya.“Iya,” jawab Clara ringan. “Seperti biasa.”Arka mengangguk, lalu tersenyum lebar. Senyum itu membuat dada Clara menghangat—dan pada saat yang sama, mengencang. Ia sudah memindahkan permainan keluar dari wilayah anaknya, tapi ia tahu: orang-orang seperti itu tidak pernah benar-benar berhenti. Mereka hanya menunggu.Setelah mengantar Arka ke sekolah, Clara menuju kantor.Pintu gedung terbuka seperti biasa. Satpam menyapanya dengan sopan. Lift bergerak tanpa hambatan. Semua tampak… normal.Sampai ia duduk di meja kerjan
Terakhir Diperbarui : 2026-01-22 Baca selengkapnya