Rama melepaskan tangannya dari wajah Selina. Keduanya mendongak melihat pintu kamar yang digedor dengan hebat bak ingin dirobohkan. Sontak saja Rama dan Selina berdiri untuk mengetahui apa yang terjadi.Ceklek.Pintu kamar terbuka. Selina terkejut mendapati Aulia yang menangis tersedu-sedu."Mama!" Panggilnya menangis."Oh.. sayang!" Selina memeluk putrinya dan menggendong segera. "Kamu pasti takut tidur sendirian, ya?"Aulia hanya menangis dan memeluk ibunya dengan erat. Selina lalu beralih pada suaminya."Mas. Aku tidurin Aulia dulu, kayaknya dia belum cukup tidur makanya rewel."Rama mengangguk dan membiarkan Selina menidurkan putrinya. Setelah itu, dia menghela nafas berat."Mungkin aku terlalu terburu-buru." Gumam Rama menggelengkan kepala.Satu jam berlalu, Aulia berhasil tidur lagi. Selina pun kembali ke kamar pengantin dimana suaminya sudah menunggu. Saat masuk ke dalam kamar, Selina tersenyum.
Baca selengkapnya