Setibanya di rumah, Ayah dan Ibu sudah menungguku di ruang tamu. Mendengar suara pintu terbuka, Ibu segera menyongsongku dengan senyum penuh harapan. "Gimana pengepasan gaunnya?"Ayah, meski tidak bicara, juga meletakkan koran di tangannya.Aku memaksakan senyum tipis dan memberi tahu mereka, "Pernikahannya batal lagi."Aku terdiam sejenak sebelum menambahkan, "Aku dan Levi sudah putus.""Jangan konyol!" Ibu langsung meninggikan suara. "Diana, kamu sudah dewasa, jangan bicara ikuti emosi. Levi sudah kesusahan besarkan adiknya, kamu harus mengerti.""Ditunda bukan berarti dibatalkan. Bukannya hanya terlambat beberapa bulan? Tujuh tahun saja kamu sudah menunggu, apa salahnya menunggu beberapa bulan lagi?"Aku menatap ibuku, air mata mengalir tanpa kendali.Semua orang bilang aku harus memahaminya, lantas siapa yang memahamiku?"Bu, tahun ini aku sudah 29 tahun!""Lagi pula, hubungan kakak-adik mereka itu sama sekali nggak wajar."Ayah mengernyitkan dahi dan mendadak berdiri."Apanya yan
Read more