Short
Mawar Kecil Beracun

Mawar Kecil Beracun

By:  YinaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di hari mencoba gaun pengantin, Levi sekali lagi menunda hari pernikahan kami. Alasannya adalah adik angkatnya baru saja putus cinta dengan pacarnya. "Neina baru saja putus, dia sedang butuh penghiburan. Pernikahan kita hanya akan membuatnya semakin sedih." Aku mengangguk setuju dan menanggalkan gaun pengantin itu dalam diam. Demi adik angkat yang dia besarkan sendiri itu, Levi sudah berulang kali menunda pernikahan kami. Pertama kali, adik angkatnya bertanya dengan air mata berlinang, "Kak, kalau kamu menikah dengannya, apa kamu nggak akan mau punya adik sepertiku lagi?" Hati Levi luluh. Dia bersumpah akan menunggu hingga adiknya lulus kuliah baru akan menikah. Kedua kalinya, saat sang adik sudah lulus kuliah. Dia kabur dari rumah dan meninggalkan sepucuk surat perpisahan. [Kak, aku nggak sanggup berpisah denganmu.] Levi berjanji, dia baru akan menikah setelah adiknya menemukan pasangan yang sesuai. Tahun demi tahun berlalu, penantianku menjadikanku bahan tertawaan di lingkaran pergaulan kami. Kali ini, aku tidak ingin menunggu lagi. Aku mengirimkan pesan singkat kepada Levi. [Ayo kita putus. Semoga kamu dan adik kecilmu itu hidup bahagia selamanya.]

View More

Chapter 1

Bab 1

"Neina baru saja putus, sekarang dia sangat butuh teman."

"Pernikahan kita ... kita tunda dulu, ya."

Itu suara Levi Karga yang menembus tirai ruang ganti. Terselip nada rasa bersalah di dalamnya.

Ini sudah ketiga kalinya dia menunda pernikahan kami.

Si adik angkat yang dibesarkan oleh Levi dengan tangannya sendiri itu, sekali lagi menunjukkan kerapuhannya di saat yang krusial.

Aku menyibak tirai, menatapnya dengan tenang.

"Neina yang putus cinta, kenapa harus menunda pernikahan kita?"

Levi mengatupkan bibir, lalu berkata, "Diana, jangan salah paham. Emosi Neina sedang nggak stabil sekarang. Pernikahan kita hanya akan memicu emosinya."

Tenggorokanku terasa tercekat. Rasa sesak dan ketidakadilan yang kupendam bertahun-tahun membuncah ke permukaan.

"Lalu kapan tepatnya kita akan menikah? Menunggu dia menemukan pacar baru? Atau menunggu sampai dia menikah dan punya anak?"

Raut wajah Levi berubah keruh, suaranya pun mendingin. "Kenapa kamu selalu perhitungan dengan Neina? Orang tuanya sudah nggak ada, aku satu-satunya orang yang bisa dia andalkan! Apa kamu nggak bisa menunggu sebentar lagi?"

Menunggu?

Apa penantianku selama ini masih kurang?

Demi Neina Karga, aku sudah menunggu selama tujuh tahun.

Tujuh tahun lalu, saat rencana pernikahan pertama, Neina yang baru masuk kuliah memeluk Levi sambil menangis tersedu-sedu. " Kak, kalau kamu menikah dengannya, apa kamu nggak akan mau punya adik sepertiku lagi?"

Hati Levi melunak. Di hadapan seluruh tamu undangan, dia mengumumkan penundaan pernikahan.

Tiga tahun lalu, saat rencana pernikahan kedua, Neina yang sudah lulus kuliah meninggalkan surat perpisahan dan kabur dari rumah.

Levi menghentikan upacara pernikahan, meninggalkan semua orang, dan bergegas menuju bandara.

Levi bilang, setelah Neina punya pacar, dia akan menikahiku.

Mengingat ikatan kakak-beradik mereka, aku bersabar.

Selama tiga tahun ini, entah sudah berapa banyak pria yang kukenalkan pada Neina, tetapi dia selalu tak acuh dan pilih-pilih.

Setelah akhirnya dia mau berpacaran, dia justru putus tepat di ambang pernikahan kami.

Tahun demi tahun berlalu. Di mata Levi, Neina selamanya adalah gadis kecil yang butuh perlindungan.

Sedangkan aku ... adalah orang yang selamanya harus mengalah.

"Levi, apa kamu pernah memikirkan perasaanku?"

"Aku sudah menunggumu selama tujuh tahun, hingga aku sudah lama menjadi bahan lelucon di lingkaran pergaulan kita."

"Apa pendapat orang lain itu penting?" Levi memotong dengan gusar. "Apa hubungan kita masih butuh penilaian orang lain?"

Sungguh konyol.

Tujuh tahun lalu, para tamu pulang dengan saling pandang penuh tanya. Kemudian tiga tahun lalu, keputusan mutlak Levi untuk mengejar ke bandara ....

Setiap kali hal itu terjadi, hubungan kami ditelanjangi dan digunjingkan di depan umum.

Aku menjadi "Diana Ferona yang nggak laku-laku", menjadi bahan tawa di meja makan orang.

Namun, Levi dengan entengnya bisa berkata "pendapat orang lain nggak penting".

Baru saja aku hendak bicara, ponsel Levi berdering.

"Halo, Neina?"

"Ada apa? Jangan menangis, bicara pelan-pelan saja."

Aku berdiri terpaku. Menatap tunanganku yang baru saja bicara dengan nada tidak sabar padaku, kini berubah menjadi selembut air pada wanita lain.

"Baik, tetap di sana, jangan ke mana-mana. Aku segera ke sana."

Setelah menutup telepon, dia bahkan tidak menoleh padaku. Dia menyambar jasnya dan langsung berlari keluar.

Aku kembali ke ruang ganti. Di depan cermin, aku melepas tali pengikat di punggungku satu per satu.

Aku ingat saat baru lulus kuliah dulu, Levi menggenggam tanganku dengan mata berbinar.

Dia bilang, dia akan memberiku pernikahan termegah di dunia, agar semua orang tahu bahwa aku adalah istri seorang Levi.

Saat itu, aku mengira kami akan menjadi orang paling bahagia di dunia.

Gaun pengantin ini, mulai dari desain hingga jadi, setiap butir mutiara dan setiap inci rendanya kupilih sendiri.

Sudah tak terhitung berapa kali aku membayangkan berjalan menuju Levi dengan mengenakan gaun ini.

Dia bukannya tidak tahu sudah berapa lama aku menunggu. Dia hanya merasa bahwa aku bisa terus menunggu selamanya.

Dia tidak akan pernah melihat rasa sedih dan maluku, dia hanya menganggapku egois dan suka perhitungan.

Kulipat gaun itu dengan hati-hati dan kumasukkan kembali ke dalam kotaknya.

Lalu aku melangkah keluar dari butik dan mengirimkan pesan singkat kepada Levi.

[Ayo kita putus. Semoga kamu dan Adik Kecilmu itu hidup bahagia selamanya.]

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status