Melihat pintu rumah yang terbuka lebih lebar, Donovan masuk dengan perasaan was-was, ia takut Adven akan berbuat jahat dan berakhir mengecewakannya. Sama seperti Benedic, yang telah ingkar dari janjinya..Ibunya mengatakan bahwa Donovan tidak boleh berharap kepada siapapun, harapan hanya akan menimbulkan kecewa.“Paman,” panggil Donovan begitu menemukan keberadaan Adven yang berada di dapur meletakan kotak makanan yang telah kosong.“Ya, ada apa?” sahut Adven dengan senyuman untuk menutupi kecanggungan dari apa yang telah dia perbuat. Beruntung saja Adven tepat waktu, dia telah berhasil mengambil beberapa helai rambut dan sikat gigi Donovan, lalu menggantinya dengan sikat baru yang tersimpan dibawah cabinet wastafel kamar mandi.Donovan langsung menghela napasnya dengan penuh kelegaan. “Saya pikir Paman kemana,” bisiknya tersenyum.Untuk mengalihkan kecurigaan Donovan, Adven berbasa-basi memberi alasan ingin mencuci kotak makanannya, lalu mengucapkan terima kasih atas sarapan pagi
Last Updated : 2026-02-23 Read more