“Bagaimana keadaannya?” taya Adven memaksakan diri untuk tetap tersenyum, sama seperti apa yang Arumy lakukan.“Semuanya baik-baik saja, Pak,” jawab Megan.Dilihatnya kembali Arumy yang kini tengah memejamkan mata, mengatur energy agar bisa kembali berlatih. “Megan, tolong ambilkan tas kerjaku di dalam mobil, simpan di atas meja kerjaku. Jangan lupa sediakan segelas kopi.”Megan menjawabnya dengan satu anggukan, lalu pergi menjalankan tugas yang diperintahkan kepadanya.“Paman,” panggil Donovan mengguncang pelan celana Adven, dengan wajah mendongkak dan mata berbinar anak itu bercerita, “tadi, ibu saya sudah memilihkan sekolah untuk saya. Sebentar lagi saya akan pakai baju seragam dan punya banyak teman. Nanti.. nanti.. Paman mau kan menemani Ibu mengantar saya berangkat di hari pertama?”Adven mengusap kepala Donovan dengan anggukan. “Setiap pagi, aku akan mengantarmu berangkat sekolah jika kau mau.”Donovan tertawa malu mendengar tawaran menggembirakan Adven, akhirnya impiannya sema
Last Updated : 2026-04-25 Read more