Arumy terjembab keras ke sofa, kepalanya yang membentur sedikit mengaburkan pandangan. Begitu penglihatannya kembali jelas, tahu-tahu Adven sudah berada di atas tubuhnya, menarik kasar kedua tangan Arumy. “Apa yang kau lakukan!” berontak Arumy panik. “Jangan! Lepaskan aku!”Dalam pengaruh alcohol, adrenalin Adven memuncak mengikuti suasana hatinya yang tengah porak poranda mencari pelampiasan. Adven tidak bergeming dengan permohonan Arumy dan berontakannya, pria itu mengikat kuat pergelangan tangan Arumy dengan dasi, dan mengikatkannya lagi pada pinggiran sofa kayu.Jantung Arumy berdebar kencang tidak beraturan, dicekik oleh ketakutan yang begitu nyata sudah ada didepan mata. Ini adalah jawaban dari kegelisahan yang sempat dia rasakan sepanjang perjalanan.Arumy berada dalam masalah besar…Dalam keadaan terbaring dibawah kungkungan Adven, Arumy gemetar. “Maafkan aku Adven, kumohon lepaskan aku,” mohonnya seraya mengguncang tali yang mengekang kuat kedua tanganya, membuat Arumy bera
Last Updated : 2026-03-03 Read more