"Hanya seteguk, Tili! Jangan ditelan semua!"Lio memperingatkan untuk yang kesekian kalinya siang itu. Matanya memicing, melihat Tili yang baru saja mengangkat gelas kristal berisi cairan merah pekat ke bibirnya.Tili menghela napas panjang, menurunkan gelas itu sedikit. "Aku hanya mencecapnya, Lio. Aku tahu batasanku. Seteguk saja.""Kau tadi juga mengatakan itu, tapi yang ini habis separuh," omel Lio tanpa ampun—sambil menunjuk gelas sebelumnya yang memang berkurang cukup banyak.“Sungguh… hanya seteguk.” Tili mencoba terlihat meyakinkan.“Seteguk pun salah. Ada dua puluh lebih botol contoh di meja ini.” Lio menunjuk jajaran botol di tepi meja bundar di depannya.“Kalau kau menelan semua contoh seteguk, kau akan mabuk berat sebelum senja!” Lio terus merepet. “Apa aku lupa kalau kebiasaan mabukmu itu sangat memalukan dan berbahaya? Jangan sampai menunjukkannya di tempat umum!""Astaga, tidak akan! Aku tidak sebodoh itu. Kau berlebihan, Lio," balas Tili santai, lalu mengibaskan tangann
Last Updated : 2026-04-03 Read more