Tili akhirnya tiba di paviliun Celandine dengan suasana hati yang masih seburuk awan mendung. Namun, pemandangan di dalam ruangan itu sedikit melembutkan ekspresinya. Lio sedang berdiri di depan cermin, mencoba sebuah veil (kerudung pengantin) transparan berbahan sutra yang disulam dengan sangat indah oleh Celandine.Melihat kedatangan Tili, Lio langsung berputar dengan senyum lebar—memamerkan hasil karya Celandine khusus untuknya."Pengkhianat," tembak Tili langsung, menunjuk Lio. "Kau membantu Adrian menulis surat konyol itu, kan? Seharusnya kau berpihak padaku, Lio! Tapi kau malah memihak kakakku yang menyebalkan itu."Lio tertawa pelan mendengarnya. Gadis itu melepas kerudungnya, berjalan menghampiri Tili, dan menarik sahabatnya itu untuk duduk berdampingan di sofa."Aku tidak memihak siapa pun kecuali kedamaian!" kata Lio, membela diri sambil memeluk lengan Tili. "Aku hanya ingin kau dan Darian—juga ayahmu berdamai. Pernikahanku tinggal sebentar lagi, Tili."Lio mulai merengek,
Read more