Lio bingung harus berbohong apa lagi, matanya melirik Darian dengan panik. Darian hanya menghela napas pasrah, lalu mengangguk pelan pada Cal. Rahasianya sudah terbongkar.Mata Cal melebar. Perlahan, ujung bibir Pangeran itu tertarik, membentuk senyum lembut. Perasaan bersalah, takjub, dan haru bercampur aduk di dadanya. Ia menepuk bahu Darian pelan."Terima kasih," ucap Cal tulus. “Aku terharu. Ternyata kau menyayangiku sedalam itu, sampai rela menyembunyikannya agar perasaanku tidak tersakiti.”Darian hanya mendengus, tapi matanya menyuruh Cal diam. Ia tidak ingin mengelola rasa terharu saat ini. "Apa kalian mengabaikanku?!" Arielle mengamuk, wajahnya memerah karena merasa tidak diacuhkan sama sekali dalam konfrontasi yang ia ciptakan. "Ancamanku tetap sama, Cal! Cornwall harus mengusirmu! Kau tidak boleh memiliki dukungan kuat dan berjaya di tanah ini!"Cal akhirnya menoleh menatap ibu angkatnya itu. Ia menurunkan pedangnya perlahan."Apakah kau pernah melihatku mengejar takhta, at
Magbasa pa