BUGH! “AW!” Cal berpaling karena Darian baru saja menendang tulang keringnya. “Kau itu kenapa? Jangan menyerang tanpa alasan!” Darian melotot—seperti biasa, memutar jari di pelipis. Cal disebut gila lagi karena membuang kemenangan emas. Ini seperti membebaskan buruan saat sudah ada di tangan—padahal hanya tinggal mengiris lehernya. Roderick sendiri juga terperangah—sulit percaya. Bahkan Arielle yang tadinya merengek, langsung terdiam dan menatap. "Aku tidak akan membuatnya mati dan menjadikan adik-adikku yatim piatu," ucap Cal, menatap lurus ke arah Roderick. "Seburuk apa pun wanita ini, dia adalah ibumu, Roderick. Aku tidak ingin menanamkan sakit hati yang baru di dalam dirimu." "Aku tidak akan sakit hati," sangkal Roderick cepat, rahangnya mengeras. Sebelum masalah ini, Roderick masih menyisakan sedikit rasa kasihan kepada ibunya—karena ayahnya sudah jelas juga bersalah. Karena itu ia tidak tega melawan dengan terang-terangan. Tapi kebenciannya kini tumbuh subur—terutama s
Magbasa pa