Belinda mengatupkan bibir, lalu duduk di samping Arga. Bulan menerobos jendela, menyorot wajah mereka berdua. Dengan nada datar, Belinda bertanya, “Kesepakatan apa lagi kali ini?”“Aku nggak keberatan kamu tetap memakai nama Keisha,” ucap Arga pelan. “Dan kerja sama kita akan tetap berlanjut.”Jantung Belinda berdetak pelan tapi berat. Ia menatap wajah Arga, mencoba membaca maksud di balik kata-kata itu. “Jadi… sebenarnya, apa yang kamu mau dariku, Arga?”Tanpa menatap Belinda, Arga berdiri lalu berjalan di antara reruntuhan bangunan tua yang diterangi sinar bulan. Suaranya tenang tapi tajam saat ia bertanya. “Ceritakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi di sini?”Belinda tertawa getir setelah terdiam be
Read more