Hanya menyebut kakaknya saja sudah cukup membuat mata Gisella menyala oleh amarah. “Dia bilang pada orang tua kami, juga padaku, kalau dia ingin memutus semua hubungan keluarga! Waktu aku dengar dia bercerai, aku takut dia melakukan hal gila, jadi aku langsung ke Jakarta. Tapi ternyata bukan cuma Papi yang diblokir olehnya… aku juga! Sudah dua hari aku di sini, mencoba semua cara buat menghubunginya, tapi rasanya seperti dia menghilang begitu saja. Dan sekarang, dompetku malah dicuri…”Gisella mendongak, wajahnya dipenuhi keluhan, lalu menatap Arga dengan tatapan memelas. “Arga, kalau bukan karena kamu nolongin aku hari ini, aku mungkin udah tidur di jalan.”Jelas sekali, Gisella sedang berusaha meniru cara bicara Belinda, nada manja dan lembut yang dulu menjadi ciri khasnya. Tapi di telinga Arga, gaya semacam itu terdengar
Read more