“Kamu kelihatan nggak fokus,” ujar Keisha saat pintu lift menutup. Ia menoleh, kerutan khawatir tampak di dahinya. “Kamu masih berpikir kalau Bu Aksara itu Belinda?”Arga menatap bayangannya di dinding lift yang mengilap, senyum pahit tersungging di bibirnya. “Nggak. Aku hanya…” Ia memejamkan mata, menghela napas panjang. “Aku hanya merindukannya.”Saat kematian Belinda tujuh bulan lalu, Arga terjebak dalam rasa rindu yang tak berujung, tenggelam dalam bayang-bayang duka. Bahkan, di suatu titik keputusasaan, ia sempat mencoba mengakhiri hidupnya, berharap bisa bertemu kembali dengan Belinda di alam sana.Namun, suara marah manda membuyarkan kegelapan itu. “Buat apa kamu mati? Belinda bakal hidup lagi kalau kamu mati? Dia orang baik, pasti masuk surga. Kamu
Read more