Setelah beberapa saat menenangkan napasnya, Belinda mulai berpikir jernih kembali. Ia menyentuh lehernya yang lebam, lalu melirik lutut Arga yang berdarah, mengernyit. “Nggak usah melibatkan polisi.”Meskipun Arga telah menyakitinya, luka yang ia alami tidak terlalu parah. Sebaliknya, tusukan guntin Adinda justru menyebabkan luka serius pada kaki Arga. Jika polisi dipanggil, masalah hanya akan semakin rumit, bahkan bisa memberi Arga celah untuk membalas lewat jalur hukum.“Meong!” Tiba-tiba, Mochi muncul dari kamar dan berlari ke arah Arga. Kucing itu mengendus darah di lututnya, menggesekkan tubuhnya, lalu menatap Belinda sambil mengeong lagi.Belinda menghela napas panjang, merasa kesal.Sepertinya, karena sering bersama Arga, Mochi jadi menyuka
Read more