Begitu mendengar namanya dipanggil jelas, Damar yakin dirinya tidak salah dengar. Ia menoleh ke arah Andri yang berjalan di belakang. “Mereka kena jebakan. Semua hati-hati dan lanjut cari!”Andri mengangguk singkat lalu menyuruh dua anak buah terbaiknya menyisir area depan lebih dulu.Tak lama kemudian, mereka menemukan sumber suara itu, sebuah lubang jebakan besar yang tersembunyi di balik semak dan tanah basah. Di bawah sana, Arga terjebak dalam perangkap besi besar yang menggigit kakinya kuat-kuat. Wajah pria itu pucat pasi, tubuhnya bersandar lemah pada dinding tanah, sementara keingat membasahi pelipisnya.Di sampingnya, Belinda mendongak dengan wajah penuh kecemasan. “Hei! Kami di sini!”Suaranya serak, jelas menunjukkan bahwa sejak tadi Bel
閱讀更多