“Cukup, Mega.” Suara Arga menggertak penuh peringatan, berharap itu cukup untuk menutup mulut sang adik.Namun, Mega justru seperti menikmati panggung yang baru saja dibukakan Belinda. Kesempatan untuk mempermalukan sang kakak ipar di depan umum, bagi Mega, terlalu sayang untuk dilewatkan. Gadis itu melirik Arga sebentar, sebelum mengembalikan pandangannya ke Belinda.“Kamu marah Arga bantu Cantika setelah kamu keguguran?” Mega mencibir. “Kamu nggak sadar? Di mata Arga, kamu tuh nggak ada apa-apanya dibanding Cantika. Kamu sendiri menikah dengan kakakku waktu dia nggak sadar, kan? Kalau bukan karena rasa kasihan Arga, kamu pasti langsung diusir sejak dia sadar. Kamu pikir kamu bisa tetap ada di sini kalau bukan karena welas asih Arga? Dengan latar belakangmu, dengan pendidikanmu, Belinda, kamu bahkan nggak pantas untuk…&rdqu
Last Updated : 2026-01-31 Read more