“Belinda, aku lega kamu udah move on,” ucap Manda memecah keheningan, lalu menggenggam tangan sahabatnya erat. “Kalau nggak, pasti rasanya menyiksa sekali.”Belinda menolehkan kepalanya lalu tersenyum letih. “Iya, aku sudah move one.”Hatinya sudah terlalu sering hancur, mimpinya runtuh berkali-kali. Kini yang tersisa hanya kebas, perasaan hampa yang membuat masa lalunya tak lagi berarti.Setelah diam sejenak, Belinda menarik napas dalam-dalam. “Antar aku pulang, ya?”Manda menganggukkan kepala, lalu melepaskan genggaman untuk kembali fokus mengemudi. “Baiklah. Kita lupakan dua orang menyebalkan itu. Ingat, Mochi sudah nungguin di rumah.”Belinda pun tersenyum samar
Zuletzt aktualisiert : 2026-02-10 Mehr lesen