Sebelum melakukan aksi yang mereka anggap benar ini, salah satu dari mereka, Keyla, yang berasal dari keluarga cukup berpengaruh di Jakarta Selatan, sempat mencari informasi. Ia meyakinkan teman-temannya bahwa Damar dan Hesti bukan siapa-siapa. Menurutnya, mereka hanya memiliki sedikit pengaruh di Malaysia dan tidak memiliki koneksi berarti di Jakarta. Keyakinan itulah yang membuat mereka berani bertindak.Namun sekarang mereka berhadapan langsung dengan Arga Mahardika, salah satu pengusaha paling berpengaruh di Indonesia. Mereka dipaksa menelan telur busuk dan meminta maaf kepada perempuan yang selama ini mereka cap sebagai penipu dan pencuri karya.“Mana mungkin!” seru Keyla sambil berdiri dengan susah payah. Ia menghapus sisa muntah di sudut bibirnya lalu menatap Arga dengan putus asa. “Pak Mahardika, kami nggak melakukan kesalahan apa pun!
อ่านเพิ่มเติม