Pasukan kuda itu kini bergerak dalam barisan rapi, meninggalkan kediaman Count Arcelmont perlahan namun pasti. Derap kaki kuda terdengar berirama, menyatu dengan hembusan angin pagi yang masih dingin. Di salah satu kuda terdepan, Alianne duduk di depan Aldren. Tubuhnya sedikit condong ke depan, matanya menatap lurus ke arah jalan yang membentang. Senyuman tipis terukir di wajahnya. Matanya berbinar. Ada sesuatu dalam ekspresinya, bebas, ringan, seolah untuk sesaat ia melupakan semua beban yang kemarin menghimpitnya. 'Apa dia sangat suka naik kuda?' Aldren memperhatikan dari belakang. Ia tidak berkata apa-apa sejenak, hanya mengamati perubahan kecil itu. "Kau sepertinya sangat suka naik kuda, ya? Sepertinya aku harus mengajarimu cara menunggangi kuda agar kau bisa menaiki kuda sendiri." Suaranya tenang, tetap menjaga wibawa, namun tidak sepenuhnya dingin. "Benarkah?" Alianne langsung menoleh ke belakang, wajahnya begitu dekat dengan Aldren. Tatapannya penuh antusias, jujur, tanpa
Read more