Alianne berlari tanpa menoleh ke belakang, napasnya teratur meski langkahnya cepat. Serpihan pilar tak terlihat itu masih berada dalam genggamannya, digunakan berulang kali untuk menggores batang-batang pohon yang ia lewati.Setiap goresan meninggalkan tanda panah yang jelas, arah keluar.Di belakangnya, Serin mengikuti dengan langkah tergesa, sesekali menoleh ke arah hutan yang mereka tinggalkan.Suara-suara dari dalam hutan mulai memudar. Digantikan oleh suara air. Semakin lama, semakin jelas. Hingga akhirnya Alianne dan Serin keluar dari kawasan hutan. Langkah mereka melambat secara refleks.Di hadapan mereka, ruang terbuka terbentang. Pepohonan masih ada, namun jauh lebih jarang. Sinar matahari menembus celah-celah daun tanpa terhalang, menyinari tanah dengan terang yang hampir menyilaukan setelah kegelapan hutan.Di samping mereka, sungai mengalir dengan jernih.Airnya berkilau, memantulkan cahaya matahari seperti lembaran k
Read more