“Tu- tunggu! Jangan-jangan—” Aldren terdiam. Kata-katanya terputus di tenggorokan. Pupil hijau gelap itu melebar, seolah melihat sesuatu yang tidak kasatmata. Kesadarannya terlempar jauh, menembus ruang dan waktu, menuju istana mahkota kerajaan Aurenthia.Istana dengan cat putih pucat yang menjulang angkuh di bawah langit kelabu. Di hadapan taman luasnya, berdiri sebuah patung raksasa, dewi Themis. Timbangan hukum di satu tangan, pedang di tangan lainnya, diarahkan ke bawah, seakan siap mengeksekusi siapa pun yang melanggar keadilan. Patung itu kokoh, dingin, dan mengintimidasi, seolah menatap langsung ke dalam jiwa siapa pun yang berdiri di hadapannya.“Tidak mungkin...” Aldren memegangi kepalanya sendiri. Napasnya sedikit memburu. Kemungkinan demi kemungkinan menyerbu pikirannya tanpa ampun, saling bertabrakan, memekakkan. ‘Jika dugaanku benar… maka semua yang kami yakini selama ini—’“Kenapa? Apanya yang tidak mungkin?” tanya Alianne yang langsung duduk
Terakhir Diperbarui : 2026-02-03 Baca selengkapnya