공유

{Bab 60} Pengakuan Cinta

last update 게시일: 2026-02-06 13:00:02

"Ini, minumlah!"

Sebuah botol kayu tiba-tiba terulur tepat di depan mata Alianne, memutus benang-benang pikirannya yang kusut. Gerakan itu terlalu dekat, terlalu mendadak, membuat fokusnya buyar seketika.

Alianne refleks menoleh ke atas. Sosok Aldren berdiri di sana, bayangan tubuhnya jatuh menutupi sebagian cahaya matahari yang tersaring dedaunan. Dia sudah kembali dengan kuda putihnya, dengan susu yang dijanjikan, dan dengan ekspresi yang terlalu tenang seolah dunia tidak
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 198} Kumpulan Bukti

    "Jawabannya sudah jelas!"Suara itu memotong ketegangan yang menggantung, tajam namun tetap terkontrol. Elyana melangkah maju dari barisan belakang dengan gerakan anggun yang kontras dengan kekacauan di sekitarnya. Setiap langkahnya terukur, seolah ia telah menunggu momen ini sejak awal.Di tangannya, selembar surat terangkat jelas untuk dilihat semua orang.Dia menunjukkan surat yang bertuliskan pemberhentian anggaran untuk Count Arcelmont."Yang Mulia Duke memang menghentikan anggaran untuk Count Arcelmont."Kalimat itu sederhana, tetapi dampaknya langsung terasa. Beberapa bangsawan saling bertukar pandang, sementara rakyat mulai mengangkat kepala mereka sedikit lebih tinggi, mencoba melihat bukti yang ditunjukkan.Leon yang masih berada di tanah menggerakkan tubuhnya dengan susah payah. Wajahnya kotor, napasnya tidak teratur, namun sorot matanya tetap menyala. Ia tidak berniat menyerah begitu saja."Kalau mau menyalah

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 197} Siapa yang Jahat?

    Alianne melangkah maju tanpa ragu, posisinya kini sejajar dengan Aldren. Tatapannya tajam, tidak menunjukkan sedikit pun keraguan meski berada di tengah para bangsawan dan rakyat yang menyaksikan. Dengan gerakan yang jelas dan tegas, ia mengangkat tangannya lalu menunjuk Leon dengan sangat tidak hormat."Aku, Alianne, ratu kerajaan Valtarian, memberi saran untuk mencabut Leon dari jabatannya sebagai duke."Kata-kata itu jatuh seperti petir di siang bolong.Semua orang terdiam. Tidak ada bisikan, tidak ada gerakan. Bahkan udara terasa berat, seolah menekan dada setiap orang yang hadir. Beberapa bangsawan menahan napas, sementara rakyat hanya bisa saling berpandangan dengan mata melebar, mencoba mencerna apa yang baru saja mereka dengar.Leon tetap berlutut, namun bahunya sedikit bergetar. Lalu, perlahan, suara tawa kecil keluar dari bibirnya.Leon terkekeh pelan, mencoba menghibur dirinya sendiri."Mencabut jabatan? Apa-apaan ini?"Nada suaranya terdengar meremehkan, tetapi ada retakan

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 196} Hukuman untuk Duke Utara

    "Biarkan kami masuk!""Kami menderita menghadapi musim dingin andai jika Yang Mulia Raja tidak membantu kami!""Biarkan kami bertemu Yang Mulia Duke!"Teriakan itu bergema tanpa henti, saling bertumpuk hingga menciptakan riuh yang memekakkan telinga. Halaman depan kediaman. Wajah-wajah pucat, pakaian lusuh, serta mata penuh keputusasaan memenuhi setiap sudut gerbang besi yang tertutup rapat.Di kejauhan, Alianne berdiri dengan sikap santai, seolah semua kekacauan itu hanyalah pertunjukan yang telah lama ia nantikan. Tatapannya menyapu kerumunan, memperhatikan setiap detail dengan cermat, sebelum senyum tipis terukir di bibirnya. "Sudah dimulai ternyata. Silakan, para aktor!"Dari dalam halaman, langkah kaki tergesa terdengar mendekat. Leon muncul lebih dulu, wajahnya tegang dan napasnya sedikit memburu. Ia berjalan cepat menuju gerbang, matanya membesar melihat kerumunan yang nyaris tak terkendali."Apa-apaan ini?!" bentaknya, suaranya meninggi, berusaha menutupi kegelisahan yang mula

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 195} Dia Duluan

    Sementara itu di kumpulan pria...Suasana di sisi ini tampak lebih tenang di permukaan, namun percakapan yang terjadi memiliki bobot yang berbeda. Tidak ada tawa berlebihan atau sikap mencolok, hanya tatapan-tatapan tajam dan kata-kata yang dipilih dengan hati-hati.Aldren berdiri dengan postur tegap, tetapi perhatiannya tidak sepenuhnya tertuju pada percakapan di sekitarnya. Matanya justru mengarah pada seorang pria di depannya yang tampak tidak fokus, seolah pikirannya berada di tempat lain.Aldren mempersempit pandangannya.Dengan rasa penasaran, Aldren mengikuti arah pandangan pria itu. Tatapannya menembus kerumunan tamu, melewati gaun-gaun mewah dan jas formal, hingga akhirnya berhenti pada satu titik.Di sana, Alianne dan Magnolia terlihat berdiri berdekatan.Keduanya tampak akrab, berbicara dengan santai seolah sudah saling mengenal cukup lama. Gestur mereka terbuka, tidak ada jarak, tidak ada kecanggungan.Aldren mengangkat alisnya tipis."Erylus, istrimu dan istriku cepat ber

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 194} Ditinggalkan

    Leon berdiri tegap di altar, tangannya bergerak perlahan namun pasti saat mengambil cincin itu. Cahaya lilin memantul pada permukaan logamnya, menciptakan kilau kecil yang terasa hampir menyilaukan di tengah suasana yang hening.Mariana mengulurkan tangannya.Untuk sesaat, waktu seolah melambat.Leon memakaikan cincin pada Mariana, bagian yang sangat sakral dalam sebuah pernikahan. Tidak ada suara yang benar-benar hilang, namun semua terasa teredam, seolah seluruh dunia memberi ruang bagi momen itu untuk terjadi tanpa gangguan.Namun, ketenangan itu tidak sepenuhnya menjangkau setiap sudut ruangan.Sementara itu di bagian para tamu...Bisikan mulai muncul lagi, kali ini lebih tajam, lebih terbuka, dan tidak lagi berusaha disembunyikan."Lihatlah mereka! Mereka sama sekali tidak terlihat seperti bangsawan!""Benar-benar menjijikkan! Apa lagi wanita di sana adalah seorang ratu. Aku tidak sudi memanggilnya dengan panggilan Yang Mulia Ratu."Nada suara itu dipenuhi rasa muak yang terang-t

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 193} Menjarah Makanan

    Hari pernikahan Leon akhirnya tiba.Salju turun tanpa henti, menyelimuti seluruh Kerajaan Valtarian dalam warna putih yang membekukan. Udara terasa lebih berat dari biasanya, seolah setiap napas yang diambil harus dipaksa keluar dari paru-paru. Di tengah suasana yang kaku dan dingin itu, para bangsawan mulai berdatangan. Gaun-gaun mewah berwarna cerah tampak kontras dengan lanskap musim dingin, berkilau di bawah cahaya kristal dan obor yang berjajar di sepanjang aula utama.Namun, kehadiran Alianne segera merusak harmoni visual yang ‘sempurna’ itu.Dia datang bersama Aldren.Berbeda jauh dengan para wanita bangsawan lainnya, Alianne tidak mengenakan gaun. Tidak ada rok panjang, tidak ada renda halus, tidak ada perhiasan mencolok. Sebagai gantinya, dia mengenakan setelan jas formal dengan potongan tegas, dipadukan dengan celana panjang yang memperlihatkan siluetnya yang berbeda dari norma.Beberapa kepala langsung menoleh. Bisikan-bisikan kecil mulai bermunculan, lirih namun cukup ta

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 126} Tidak Bisa Menyerang

    Beberapa jam kemudian, di desa yang sama."Aku tidak akan segan-segan untuk meratakan kalian semua dengan tanah." Leon memeluk Mariana dengan erat, seolah tidak membiarkan siapapun menyentuhnya.Beberapa warga desa mengatupkan rahang mereka mendengar ancaman itu. Namun wanita paruh baya itu tidak t

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 125} Doktrin + Cuci Otak + Bantuan Sosial = Pencitraan

    "Kita sudah sampai di desanya!" Suara Alianne tiba-tiba memecah ketegangan yang sejak tadi memenuhi ruang sempit di dalam kereta kencana. Ia menunjuk ke arah jendela kereta dengan gerakan cepat, matanya berbinar melihat pemandangan yang mulai berubah di luar. Barisan pepohonan yang tadi mendomina

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 124} Pengakuan (Part 2)

    "Alia..." Suara Aldren terdengar berbeda kali ini. Tidak ada lagi sisa kekehan yang tadi sempat keluar darinya. Tidak ada nada santai yang menenangkan suasana. Yang tersisa hanyalah keseriusan yang pekat, tenang, namun menekan.Tatapannya berubah. Pupil hijau gelap itu menyempit sedikit, menatap lu

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 123} Pengakuan

    Alianne memukuli dada Aldren berkali-kali. Pukulannya tidak keras, namun sarat emosi yang selama ini ia tahan rapat-rapat. Anehnya, meskipun tangannya terus mendorong dan memukul, tubuhnya justru tidak berusaha menjauh. Ia tetap berada dalam jarak yang terlalu dekat, seolah hatinya menolak untuk

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status