Ketika Indra pulang, aku sedang merokok di balkon.Karena dia tidak menyukai bau rokok, saat menciumnya, alisnya pasti langsung berkerut. Jadi, sejak bersama dengannya, aku memaksakan diri untuk berhenti merokok. Bahkan aku sempat mengalami reaksi putus nikotin.Melihatku merokok, Indra tertegun sejenak, namun tidak mengatakan apa-apa. Ia menyerahkan sebuah kotak kado kepadaku dengan santai.“Hadiah ulang tahun pernikahan ketujuh.” Ucapnya dengan nada datar.“Maaf, malam ini tiba-tiba harus lembur. Aku lupa memberi tahu.”“Hmm, tidak apa-apa.”Aku menarik hisapan terakhir rokokku, lalu mengulurkan tangan untuk menerima kotak itu dan membukanya. Isinya sebuah kalung berbentuk bintang.Aku menutup kembali kotak itu, seraya berkata, “Aku suka hadiahnya. Terima kasih.”Indra terdiam, kalimat penjelasan yang hendak ia ucapkan seakan tersangkut di tenggorokannya. Ia menatapku dengan raut muka terkejut. Mungkin ia mengira aku akan seperti biasanya, mengejarnya tanpa henti, terus bertanya, men
Read more