Short
Bintang Yang Menyandang Namamu

Bintang Yang Menyandang Namamu

By:  RainsCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada hari peringatan tujuh tahun pernikahan kami, sebuah berita mendadak menjadi trending topic di media sosial. [Sebuah bintang, penemuan terbaru di bidang astronomi negara kita, resmi diberi nama ‘Bintang Laras Yunita’ pagi ini.] Tak lama kemudian, unggahan lanjutan muncul, dan pemilik akun itu adalah suamiku, Indra Rahmanda. [Aku gelarkan satu bintang ini dengan namamu. Meski berada di jagat raya, kamu takkan pernah sendirian.] Di kolom komentar, adik tingkat suamiku meninggalkan jejak yang mencolok. [Romantisme yang seharusnya bersifat pribadi justru kamu umumkan ke dunia. Terima kasih, Kak Indra. Aku sangat bahagia.] Aku sudah tidak lagi seperti dulu—menghubunginya bertubi-tubi, menuntut penjelasan, dan memaksanya memberi jawaban. Setelah tujuh tahun terjerat dalam pertengkaran di hubungan ini, aku benar-benar lelah.

View More

Chapter 1

Bab 1

Ketika Indra pulang, aku sedang merokok di balkon.

Karena dia tidak menyukai bau rokok, saat menciumnya, alisnya pasti langsung berkerut. Jadi, sejak bersama dengannya, aku memaksakan diri untuk berhenti merokok. Bahkan aku sempat mengalami reaksi putus nikotin.

Melihatku merokok, Indra tertegun sejenak, namun tidak mengatakan apa-apa. Ia menyerahkan sebuah kotak kado kepadaku dengan santai.

“Hadiah ulang tahun pernikahan ketujuh.” Ucapnya dengan nada datar.

“Maaf, malam ini tiba-tiba harus lembur. Aku lupa memberi tahu.”

“Hmm, tidak apa-apa.”

Aku menarik hisapan terakhir rokokku, lalu mengulurkan tangan untuk menerima kotak itu dan membukanya. Isinya sebuah kalung berbentuk bintang.

Aku menutup kembali kotak itu, seraya berkata, “Aku suka hadiahnya. Terima kasih.”

Indra terdiam, kalimat penjelasan yang hendak ia ucapkan seakan tersangkut di tenggorokannya. Ia menatapku dengan raut muka terkejut. Mungkin ia mengira aku akan seperti biasanya, mengejarnya tanpa henti, terus bertanya, menuntut penjelasan darinya.

Aku pun juga mengira, setelah melihat topik panas itu, aku akan kehilangan kendali dan menginterogasinya habis-habisan, bertengkar hebat dengannya, lalu berpisah dengan tidak harmonis.

Hari ini adalah ulang tahun pernikahan kami yang ketujuh. Aku sudah memesan restoran tempat ia dulu melamarku, menyiapkan kembang api, bersiap memberinya sebuah kejutan. Aku bahkan pulang lebih awal, menunggunya di depan gerbang lembaga penelitian tempat ia bekerja.

Tapi orangnya tak kunjung datang. Yang datang justru sebuah berita panas yang langsung naik di sosial media.

[Penemuan terbaru di bidang astronomi negara kita, bintang bernomor 960306, pada pagi hari ini resmi diumumkan dengan nama ‘Bintang Laras Yunita’.]

[Ini adalah bintang pertama yang ditemukan oleh astronom Indra Rahmanda, sehingga memiliki nilai yang sangat istimewa.]

Di bawah berita panas itu, unggahan dengan tingkat popularitas tertinggi berasal dari akun Indra sendiri.

[Aku gelarkan satu bintang ini dengan namamu. Meski berada di jagat raya, kamu takkan pernah sendirian.]

Foto yang menyertai unggahan itu adalah potret Indra dan Laras di sebuah restoran Barat, wajah mereka saling menempel. Di tangan Laras, terangkat sertifikat kepemilikan bintang itu.

Saat aku membuka kolom komentar, komentar dengan jumlah suka terbanyak adalah milik akun Laras.

[Romantisme yang seharusnya bersifat pribadi justru kamu umumkan ke dunia. Terima kasih, Kak Indra. Aku sangat bahagia.]

Melihat itu, aku langsung melempar ponsel ke kursi penumpang di sebelahku, lalu mengemudi menuju restoran yang sudah kupesan.

Seorang diri, di bawah gemerlap kembang api, aku menghabiskan dua porsi steak, seolah menjadikannya upacara perpisahan bagi tujuh tahun pernikahan kami yang segera berakhir.

Saat aku hendak menyalakan rokok kedua, Indra tiba-tiba merampas korek api dari tanganku.

Alisnya sedikit berkerut saat berkata, “Bukankah sudah aku minta untuk berhenti merokok?”

“Lagi kambuh saja,” jawabku singkat, lalu memasukkan kembali rokok ke dalam bungkusnya dan bersiap kembali ke kamar untuk beristirahat.

Indra menahan pergelangan tanganku dan menatapku dengan tatapannya rumit. “Hari ini hari jadi pernikahan kita.”

Aku menatapnya, tak mengerti maksudnya. “Lalu?”

Keningnya semakin berkerut. “Kalau kamu tidak menyiapkan hadiah, tidak apa-apa.

Tapi malam ini … apa kamu benar-benar akan tidur secepat ini?”

Sambil bicara begitu, Indra mendekat, hendak memeluk dan menciumku.

Sejak dulu, Indra selalu memiliki pesona yang bertolak belakang, dingin namun lembut dalam satu waktu.

Biasanya, jika ia bersikap seaktif ini, aku pasti sudah tenggelam dalam kelembutannya. Hanya saja kali ini, seluruh perhatianku justru tertahan pada aroma parfum yang melekat di tubuhnya, wangi asing yang tak kunjung menghilang.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status