“Baiklah,” ucap Valeriana lembut. “Kalau begitu, aku yang mengantarmu masuk. Tapi Mas Suami harus berjalan pelan-pelan. Tidak boleh sok kuat.”Kael mengangguk kecil.“Siap, istriku.”Jawaban itu membuat beberapa pelayan semakin terkejut. Biasanya, jika ada yang menyuruh Kael beristirahat, pria itu akan menjawab dengan kalimat seperti, aku masih bisa bekerja, luka seperti ini bukan masalah, atau nanti saja.Namun sekarang, hanya karena Valeriana yang bicara, Kael langsung menurut. Anna menunduk dalam-dalam, berusaha menyembunyikan senyumnya. Valeriana melirik Anna yang sedang tersenyum.“Anna.”Anna langsung menegakkan tubuh.“Ya, Nyonya?”“Siapkan air hangat, kain bersih, pakaian ganti, dan semua perlengkapan untuk Tabib Pym. Aku ingin semuanya sudah siap sebelum beliau tiba. Lalu, kamarku sudah dibersihkan?”“Sudah, Nyonya.”“Baik. Setelah itu, pergi ke dapur dan minta Kepala Koki Pierre menyiapkan makanan hangat untuk Kael. Yang lembut dan mudah dimakan.”Anna langsung mengangguk ce
Read more