Hari yang paling dinanti oleh seluruh penduduk Kekaisaran Arcelia akhirnya tiba.Matahari pagi menyembul dari ufuk timur, tetapi cahayanya tampak pucat dan dingin, seolah alam pun ikut menahan napas, menanti badai politik yang sebentar lagi akan pecah.Ribuan rakyat dari berbagai lapisan berkumpul memenuhi alun-alun luas di depan Aula Besar Pengadilan Kekaisaran. Pedagang kaya, rakyat jelata, buruh pelabuhan dengan pakaian lusuh, hingga para pelayan dari rumah-rumah bangsawan berdiri berdesakan di bawah pengawasan ketat para penjaga bersenjata tombak.Mereka memang dilarang keras memasuki gedung pengadilan. Namun, riuh rendah doa, makian, dan bisik-bisik penuh spekulasi tetap menggema, merambat melewati dinding batu, lalu menyusup hingga ke lorong-lorong luas di dalam aula persidangan.Tak lama kemudian, sebuah kereta kuda hitam pekat tanpa lambang berhenti tepat di depan tangga marmer megah aula pengadilan.Pintu kereta terbuka.Valeriana turun dengan gerakan anggun, tetapi tegas. Ke
Read more