“Aku hanya kehilangan keseimbangan sedikit. Tangga ini sepertinya bergerak,” ucap Kael.“Tangga ini tidak bergerak, suamiku.”Kael terdiam begitu mendengar ucapan istrinya.Dari belakang, Lucas ikut berkata pelan, “Tangga memang biasanya diam, Tuan.”Kael menoleh dengan tatapan datar. Lucas balas menatapnya, lalu berkata dengan polos, “Kenapa? Yang saya katakan benar, kan?”“Tidak,” jawab Kael datar.Valeriana hampir tertawa, tetapi segera menahannya. Ia tidak ingin membuat Kael semakin malu di hadapan para pelayan dan pengawalnya.“Mas Suami,” ucap Valeriana lembut, “bersandarlah padaku.”Kael menatapnya ragu. “Kau tidak keberatan? Aku berat. Aku takut menyusahkan istriku. Aku masih bisa berjalan sendiri. Pegang tanganku saja,” ucapnya pelan.“Kata siapa kau menyusahkanku?” Valeriana menatapnya dengan lembut. “Sama sekali tidak. Sudah tugas seorang istri merawat suaminya ketika sedang sakit. Ayo, sini.”“Yakin?”“Seratus persen yakin, suamiku.”Akhirnya, Kael membiarkan sebagian bera
Read more