Deon terlihat sedikit tak berdaya. Dia memijat pelipisnya, lalu berkata, "Mau bilang apa lagi kalau kalian sudah setuju sama permintaannya."Irma berkata, "Bagus juga, aku juga ingin lihat orang seperti apa Evelyn itu sebenarnya. Baru bertemu sekali saja, Elise sudah sesuka itu sama dia. Padahal Doreen selama ini sangat baik sama dia, tapi nggak pernah dengar Elise ingin mengundangnya makan ke rumah."Deon menjawab, "Kalian atur saja."Keesokan harinya, Elara menerima sebuah panggilan dari nomor tidak dikenal. Dia mengangkatnya dengan ragu. "Halo, siapa ini?"Begitu suaranya selesai terdengar, dari seberang telepon terdengar suara Elise yang ceria, "Tante Evelyn."Elara terkejut. "Elise!"Elise bertanya dengan nada penuh harap dan hati-hati, "Tante Evelyn, malam ini ada waktu? Aku mau makan malam bareng Tante, boleh?"Elara terdiam. Dia teringat kejadian kemarin saat Deon meminta nomor kontaknya. Untuk mendapatkan nomor ponselnya, tentu bukan hal sulit bagi Deon.Meski dia tidak ingin
Read more