Elara menggendong Elise turun dari mobil, lalu menggandeng tangannya berjalan ke arah vila.William melihat sosok Elise dari jauh. Dia tak bisa menahan rasa haru dan berkata kepada Larissa, "Lihat, anaknya cantik sekali."Larissa menghela napas kagum. "Ya, cantik sekali, bahkan ada sedikit kemiripan dengan Ela.""Ayah, Ibu, Kakak," panggil Elara. "Ini Elise."Elise melihat orang-orang dewasa yang asing itu tanpa rasa takut. Dengan suara lembut, dia berkata, "Kakek, Nenek, Om, halo."Suara lembut itu membuat hati siapa pun langsung luluh."Elise, Om boleh gendong kamu?" Sander membungkuk sambil bertanya kepada Elise."Boleh dong." Elise langsung mengulurkan tangan.Sander mengangkat Elise ke dalam pelukannya."Kakek juga mau gendong."Elise melihat William, lalu berkata, "Kaki Kakek sakit, nggak bisa gendong Elise.""Elise pintar sekali. Sudah, jangan berdiri di luar, ayo masuk."Begitu masuk ke ruang tamu, tampak pengasuh sedang menggendong Vadi di sofa. Larissa berjalan mendekat dan m
Read more