Elara baru saja hendak mengetuk pintu.Namun, pintu ruang kerja dibuka dari dalam. Tangan Elara membeku di udara. Dia mengangkat pandangan ke arah pria di hadapannya. Ekspresi Deon yang semula dingin dan serius sedikit melunak."Kenapa belum istirahat?"Elara menurunkan tangannya dan berkata, "Ada yang ingin aku bicarakan denganmu."Deon berkata, "Sekarang ada urusan yang harus aku tangani. Kita bicara setelah aku kembali. Kamu istirahat lebih awal."Sambil berkata demikian, dia memegang bahu Elara sambil menundukkan kepala dan mengecup keningnya, lalu pergi dengan langkah lebar.Elara tetap berdiri di tempat. Dia terdiam sesaat. Kemudian, dia berbalik dan kembali ke kamar tidur.Keesokan harinya.Saat Elara terbangun, tidak ada siapa pun di sisinya. Jelas Deon tidak kembali semalam. Dia bangun, mencuci muka dan merapikan diri, lalu sarapan.Setelah itu, dia membereskan barang bawaannya. Saat membuka tas untuk memeriksa kartu identitas dan paspornya, barulah dia menyadari kedua benda i
اقرأ المزيد