Detak jantung Arini mendadak berpacu liar karena rasa waspada yang seketika bangkit. Ia segera menarik tubuh mundur hingga punggungnya membentur sandaran sofa, berusaha menciptakan jarak selebar mungkin dari ketiga pria asing itu."Keluar. Tolong keluar sekarang juga, kalian salah ruangan," usir Arini dengan suara bergetar namun sarat ketegasan. Matanya menatap tajam ke arah pria yang berdiri paling depan.Mengabaikan perintah itu, Maya justru terkekeh dan menahan pergelangan tangan Arini agar tetap duduk, seolah ketakutannya hanya lelucon. Maya kemudian mempersilakan ketiga pria itu duduk, membuat Arini kian terpojok dan terhina di ruangannya sendiri."Tenang dulu, Rin. Jangan panik begitu, mereka ini nggak salah ruangan kok," jelas Maya dengan nada santai.Di tengah kekacauan, Maya dengan tenang menuangkan minuman ke gelas kristalnya, seolah tak menyadari napas Arini mulai memburu menahan emosi. Wajah Arini merah padam, rasa malu dan amarahnya mendidih.Ia merasa martabat yang baru
Last Updated : 2026-03-07 Read more