"Aku minta maaf kalau aku bicara kasar tadi," lanjut Arini dengan suara sesenggukan yang menyayat hati. "Aku cuma merasa nggak berguna. Harusnya aku yang masakin kamu makan malam, Mas. Tapi lihat aku sekarang ... aku cuma beban. Aku nggak sebanding sama Dewi yang bisa urus kamu dengan baik."Melihat Arini yang hancur berkeping-keping di depannya, ego Adrian yang besar mendadak merasa terpuaskan. Ia membusungkan dada, merasa bahwa ia telah berhasil menundukkan istrinya yang keras kepala."Nah, itu kamu sadar sendiri, kan?" suara Adrian kini berubah, tidak lagi membentak, melainkan merendahkan dengan nada puas. "Memang faktanya kamu lagi nggak berguna sekarang, Rin. Sejak kamu kecelakaan, kamu itu cuma jadi pajangan rumah yang bikin sumpek. Kamu sudah nggak punya kapasitas buat mikir hal berat atau urus rumah tangga."Adrian menoleh ke arah Dewi, lalu bicara seolah Arini hanyalah benda mati di sana. "Lihat kan, Wi? Aku bilang juga apa. Dia ini mentalnya sudah nggak stabil. Makanya urusa
Last Updated : 2026-01-28 Read more