Malam semakin larut ketika Alvaro akhirnya menutup map cokelat terakhir di atas meja kerja Arini. Aroma kopi yang sudah mendingin menguap di udara, beradu dengan ketegangan sunyi yang menyelimuti ruangan apartemen itu."Sudah, Rin. Jangan dipikirkan lagi. Semuanya sudah selesai aku siapkan dengan matang," ucap Alvaro sembari merapikan letak kacamatanya.Arini menatap tumpukan berkas yang kini tersusun rapi, namun kecemasan di matanya belum benar-benar pudar. "Tapi, Kak ... apa bukti-bukti ini cukup? Aku takut Adrian punya cara lain buat memutarbalikkan fakta lagi di depan hakim."Sambil bangkit dari kursinya, Alvaro melangkah mendekati Arini dan menepuk bahunya pelan untuk memberikan ketenangan. "Percaya sama aku. Besok bukan waktunya buat takut, tapi waktunya buat kamu mengambil kembali apa yang memang hakmu."Alvaro kemudian melirik jam tangannya yang melingkar elegan, menunjukkan angka yang sudah melewati tengah malam. "Sekarang, kamu harus istirahat. Aku nggak mau klienku tampak k
Last Updated : 2026-03-05 Read more