Alvaro meletakkan piring kosong terakhir di atas meja setelah mereka menghabiskan makan malam dalam suasana yang jauh lebih tenang. Ia beranjak dari kursi, lalu mengulurkan tangannya untuk mengusap lembut puncak kepala Arini yang tampak masih diliputi sisa-sisa kelelahan."Sekarang sudah kenyang, jadi lebih baik kamu langsung istirahat supaya besok pagi badanmu lebih segar," ajak Alvaro dengan nada suara yang sangat lembut namun mengandung otoritas seorang pelindung.Alvaro memberikan senyum kecil, berharap Arini akan menuruti permintaannya untuk segera merebahkan diri di atas ranjang empuk. Namun, bukannya beranjak menuju kamar, Arini justru menggelengkan kepalanya dengan gerakan yang sangat pasti dan tegak."Nggak, Kak, aku nggak bisa tidur kalau kepalaku masih penuh sama rencana dan fakta-fakta yang belum tertulis," tolak Arini dengan sorot mata yang mendadak berubah menjadi sangat tajam.Alvaro sedikit mengernyitkan dahinya, ia berusaha menghalangi niat Arini dengan meletakkan ked
Last Updated : 2026-02-25 Read more