"Karena bagiku, kamu nggak pernah rusak," jawab Alvaro rendah, suaranya terdengar seperti janji suci yang mutlak. "Kamu hanya sedang tersesat, dan aku punya sisa hidupku untuk membantumu menemukan jalan pulang."Alvaro mengangkat tangannya, perlahan menghapus sisa air mata di pipi Arini dengan ibu jarinya. Namun, kali ini ia tidak berhenti. Jemarinya membelai garis rahang Arini dengan sangat lembut, seolah sedang menyentuh mahakarya yang paling rapuh.Arini tidak menarik diri, ia justru memiringkan kepalanya, memejamkan mata dan mencari kehangatan dari telapak tangan pria itu. Suasana di dalam ruangan itu mendadak berubah. Udara seolah dipenuhi oleh muatan emosi yang sangat kuat, sebuah tarikan gravitasi yang tak terelakkan.Jarak di antara mereka terkikis perlahan. Alvaro mendekatkan wajahnya, menatap bibir Arini yang sedikit bergetar. Dalam kegelapan yang hanya diterangi cahaya remang perapian, keinginan untuk saling memiliki yang telah terbendung selama satu dekade kini meluap tak
最終更新日 : 2026-02-18 続きを読む