"Kondisi pasien kritis!"Perawat itu mengangkat wajah ke arah Celeste. Ekspresinya sudah sepenuhnya berbeda dari tadi, tidak ada lagi raut canggung yang sempat terbawa sejak dia masuk kamar. Yang tersisa sekarang adalah kepanikan yang ditahan oleh latihan dan prosedur."Tolong panggil dokter jaga sekarang! Cepat!"Celeste tidak bergerak selama dua detik penuh."Ibu, cepat! Tidak ada waktu!"Celeste keluar dari pintu dengan langkah yang hampir berlari.**Di dalam kamar, perawat itu bekerja tanpa membuang satu detik pun.Tangannya membuka kancing baju atas Ryan, mengatur posisi kepala, lalu memulai prosedur yang sudah ratusan kali dia latih, tapi baru pertama kali harus dia lakukan sendiri tanpa dokter di sisinya.Napas buatan. Satu, dua, lalu jeda. Satu, dua, lalu jeda lagi.Ryan berbaring diam dengan sempurna, tidak memberikan satu pun respons yang membuat prosedur ini bisa
Read more