Bandara Seorabas dipenuhi lalu-lalang penumpang. Di ruang keberangkatan, seorang lelaki dan seorang perempuan tampak saling tarik-menarik, membuat banyak orang yang lewat menoleh. Ada yang hanya memperlambat langkah, ada pula yang berhenti terang-terangan untuk menonton keributan kecil itu. “Yara, beri aku satu kesempatan lagi. Kumohon, Yara!” “Lepaskan!” Bentakan Yara terdengar tidak keras, tetapi cukup tajam untuk memotong permohonan Reno. Ia menepis tangan pemuda itu, lalu menatapnya dengan sorot yang tidak lagi menyisakan celah untuk dibujuk. “Reno, sudah kukatakan. Di antara kita tidak ada apa-apa lagi. Mulai sekarang, jalanmu jalanmu, jalanku jalanku.” Wajah Reno memerah sampai ke telinga. Ia menggertakkan gigi, jelas tidak rela menerima keputusan itu. “Kenapa? Apa hanya gara-gara Ryan Sang Kaisar Iblis Gila dari Selatan itu kau berubah pikiran tentangku?” Nada suaranya semakin meninggi. “Baik, kuakui dia memang hebat. Tapi orang seperti itu mana mungkin melirikmu? Ka
Read more